Sabtu, 24 Oktober 2009

Guruku Tersayang...Guruku Tercinta

(1)
guruku tersayang …
guru tercinta tanpamu apa jadinya aku…
tak bisa baca tulis
mengerti banyak hal…

guruku terima kasihku…

dan

(2)
Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu

Lirik yg pertama dari Lagu AFI Junior. Lagu tersebut sering di putar di sekolah. Saya sangat menyukainya, lagunya ringan...juga menyentuh. Lagu yang kedua dari lirik lagu 'Sang Murabbi' Izzis. Sy kirimkan teruntuk...seseorang yg sangat sy hormati dan sy cintai. Jazakillah...ilmu-ilmunya, kasih sayangnya, cintanya. ("Laa Tahzan wa laa takhouf. Allah bersama kita...", SMS perpisahan...sabtu, 24 okt'09 jam 18:45). Akhirnya...sesuatu yang sy khawatirkan terjadi. (sudah sy ungkapkan di postingan sebelumnya).
Guruku... teteh,,, uhibuki fillaah...sy mencintaimu karena Allah. Semoga Allah melimpahkan kesehatan dan keselamatan....dunia dan akhirat. Amiin...

Sang Murabbi
Album :
Munsyid : Izzatul Islam
http://liriknasyid.com

Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi

Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu

Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu

Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu

Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu

Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di hati

Cerah hati kami
Kau semai nilai nan suci
Tegak panji Illahi
Bangkit generasi Robbani..

readmore »»
Kamis, 22 Oktober 2009

Tanpa Judul

Bingung mau kasih judul apa. Jadinya no title aza dech…'tanpa judul', hehehe… pengen nulis aza melalui blog yg sederhana ini.
Akhir-akhir ini rasanya capek banget, mungkin resiko kerja di sekolah Boarding emang padat. Kerja (ngajar en laen2…) dari pagi sampe sore (07.00-15.00), terkadang sampe maghrib. Kadang bisa sampe malem juga ada kegiatan yg lain. Piket malam (nama laennya BM, Belajar Mandiri) dan kegiatan-kegiatan yg laen yg sifatnya insidental. Kerjaan di sekolah yg belum selesai, biasanya nyambung hingga malam hari. Tapi, karena sy ga kuat kalo dah ngantuk…..langsung dech bantal yg nemenin, hehehe… (tidur maksudnya). Shubuh nya…kertas-kertas, pulpen berserakan di sekitar tempat tidur ato ‘soulmate’ sy (laptop) yg nyala semaleman…karena blm sempet dimatiin, heu:D.

Kerja di lembaga pendidikan... Perkerjaan yg ga terbayang sebelumnya, background pendidikan sy memang bukan dr pendidikan plus bukan cita-cita sy. Tp...setelah dijalani, sy menikmatinya. Butuh proses,,,dan sy pun menjalani proses tersebut. Suka duka menjadi guru, Hm...sy pun menikmatinya juga. Mengajar??? Melihat guru-guru sy waktu mengajar, kelihatannya mudah ga terlalu capek, tp setelah dijalani, mengajar adalah aktivitas yg cukup menguras energi jg. Mungkin dirasa berlebihan, tapi memang kenyataan nya seperti itu. Sekarang, setelah menjalani profesi tersebut, bukan lagi karena 'takdir' sy menjadi guru, tp...sy merasa sangat senang menjalani pekerjaan itu. Suka duka....hm,,,banyak dech... terutama berkaitan dengan anak didik. Karakter tiap anak yang bermacam-macam. Jika melihat salah satu ada yg 'bandel', sy berpikir hal yang wajar dan disanalah ladang amal sy. Intinya adalah mendidik, bukan hanya mengajar, bukan hanya materi pelajaran yang disampaikan, tp nilai-nilai islam pun harus senantiasa kita sampaikan pd mereka.

Perasaan sy sangat senang sekali...jika salah satu siswi sy lg tashmi al-qur'an. Ayat-ayat Al-Qur'an keluar dengan merdu, syahdu...hati pun terenyuh. Subhanallah... Maha Suci Allah yg menciptakan keindahan...ayat-ayat Al-Qur'an dibaca dengan tartil dan indah dari para perintis peradaban. Mereka didik dengan Al-Qur'an...membaca dan menghafalnya. Hafalan mereka banyak, yg paling banyak ada yg 10 Juz. Ada salah satu anak yg ketika tashmi Al-Qur'an, sy sangat senang mendengarnya...jd favorit dech...kalo dia tashmi:).
Itulah sedikit cerita dr sy...kerja di sekolah Boarding, SMPIT-SMAIT As-Syifa Boarding School Subang.

readmore »»
Kamis, 15 Oktober 2009

Tambah RAM dengan Flashdisk

Kalo yang udah tau pasti ini udah basi. Tapi yang belum tau…mudah-mudahan bisa bermanfaat....semoga. Selama ini, kita kalo ingin menambah memori…maka kita melakukan upgrade memori atau tambah memori. Ada cara lain sebetulnya, yaitu dengan menggunakan Flashdisk sebagai media untuk menambah memori. Lho ko bisa? Tentu saja bisa….

Anda software khusus, namanya eBoostr. Anda bisa mendownloadnya di sini.
Ini dia yang saya cari…anda pun bisa mempraktekannya. Cukup mudah! Dan yang paling penting adalah dengan program ini, kita tanpa harus membeli lagi memori. Setelah saya mencobanya, lumayan cepat dari biasanya. Jika sebelumnya, buka beberapa program secara bersamaan agak sedikit lemooot. Maka dengan eBoostr ini, aksesnya bisa lebih cepat. Meskipun tidak sama dengan upgrade memori, tetapi setidaknya tanpa perlu biaya tambahan, kecuali kalo belum punya flashdisk, hehe…
Penasaran ingin mencobanya? Silakan download di sini.

readmore »»
Minggu, 11 Oktober 2009

Nonton KCB 2

Assalamu'alikum warahmatullah . . .
Dah lama tak jumpa...tak memposting artikel. Last update, 4 months ago...lama juga ya? Oks sekarang sudah mulai lagi saya memposting artikel. Giliran memposting kembali judulnya Nonton KCB 2 (walaupun agak telat sebetulnya, coz premiernya 17 September kemaren), trus KCB 1? Hm...Sebetulnya, waktu itu dah mau mulai posting artikel tentang KCB 1, tapi hanya berupa draft saja, ga di publish karena memang belum selesai, hehe...
Oks...sekarang saya sedikit bercerita perjalanan saya menonton film KCB 2…

Seperti biasa en seperti nonton KCB (Ketika Cinta Bertasbih, karya Habiburrahman El Shirazy) yang pertama juga, saya nonton berdua sama patner saya...temen kuliah (perempuan tentunya~_^). Kalo ke Bandung suka janjian nya sama dia, namanya Nani Nurdianti, panggilannya Iyank. Kita janjian di salah satu mall di Bandung. Saya pergi ke Bandung nya sendiri naek angkutan umum dari arah Subang (elf…). Temen saya dah nyampe duluan, dia mesen tiket 2. Perut laper keroncongan ketika masih di elf…kita janjian makan dulu disekitar mall tersebut karena waktu untuk menonton sekitar satu jam lagi. Lapernya sudah terisi, Alhamdulillah… hm…nikmatnya, giliran filmnya mau dimulai, jadi penasaran. Jreng…bioskop dibuka, kita masuk dan yang lain juga.

Jika sebelumnya KCB 1, setting tempatnya di Mesir, maka untuk KCB 2 ini keseluruhan setting tempatnya di Indonesia. KCB 2 dimulai dari kedatangan Azam ke Indonesia. Haru biru kedatangan Azam yang disambut oleh adik-adiknya dan tentu saja ibunya tercinta. Lulus kuliah di Mesir, Azam belum juga dapat kerja dan mulai mencoba berbagai usaha. Hingga akhirnya melanjutkan usaha yg dirintis selama di Mesir, jual Bakso dengan inovasi baru…mereknya Bakso Cinta. Tak lama Anna di Indonesia, akhirnya Anna menikah dengan Furqon. Cerita dilanjut dengan usaha Azam mencari jodoh (lebih tepatnya menjemput mungkin) yang hingga kesekian kalinya gagal terus. Yang pertama karena alasan tradisi jawa, yang kedua karena terlambat, yang ketiga karena Azam kecelakaan motor bersama ibunya (ibunya langsung meninggal) hingga menyebabkan Azam cacat sementara. Untuk yang ketiga ini, namanya dokter Vivi sudah dalam tahap lamaran dan tinggal menghitung hari akad nikah berlangsung. Sebetulnya, dokter Vivi sendiri rela dan setia untuk menunggu kesembuhan Azam dan menunda pernikahannya. Tapi akhirnya gagal juga karena ibunya dokter Vivi sudah menerima lamaran dari laki-laki lain untuk dokter Vivi. Hingga akhirnya jodohnya pun datang, subhanallah ternyata kalau sudah jodoh ga akan kemana, akhirnya…berjodoh juga dengan Anna. Wanita yang pernah di lamar Azam di Mesir, tapi ditolak oleh pamannya, karena sudah dilamar Furqon.

Saya merasa puas menonton KCB 2 ini, dan setuju juga bahwa KCB 2 lebih menarik dari sebelumnya. Saya mengikuti ceritanya dari awal hingga akhir. Sedih, bahagia, nangis, tawa, senyum…menjadi warna dalam menonton KCB2 ini. Beberapa adegan membuat saya sedih, temen saya juga nangis, nangis Bombay (kata Ust.saya). terutama ketika ibu Azam meninggal dalam kecelakaan. Pikiran bawah sadar saya membayangkan bahwa itu ibu saya. Ketika dibungkus dengan kain kafan dan disholatkan. Saya seolah-olah ada disana, persis ketika saya men-sholati ibu saya ketika ibu saya meninggal. Nangis deh…:(

Keseluruhan cerita di film ini, persis dengan yang di novel…dialog-dialognya juga. Meskipun sebetulnya ada beberapa cerita dinovel yang dihilangkan, tanpa mengurangi isi dan maksud yang disampaikan sutradara. Seperti, dinovel ada pemeran zumroh(teman Husna), kalau tidak salah namanya itu, lupa lagi sih, hehe.. Zumroh dengan masalahnya yang begitu rumit juga menegangkan. Hm…saya memahaminya karena tidak mungkin durasi waktu film tayang di Bioskop yang kira2 sekitar lebih kurang 2 jam, bisa memaparkan semua cerita yang ada di novel. Tapi, secara keseluruhan film ini bagus dech…sama seperti novelnya, tidak mengecewakan seperti film AAC yang agak melenceng dari novel. Padahal novelnya bagus bangeettt.

Itulah sedikit cerita nonton KCB 2…saya dan temen pun keluar dari Bioskop, dilanjut ke BEC beli perlengkapan buat 'soulmate' saya (Laptop, hehe). Saatnya pulang, temen saya dah duluan naik angkot tujuan akhirnya Purwakarta, ia tinggal disana. Dari BEC, saya lalu nyebrang…mampir dulu ke Gramedia, ngeceng2 buku…akirnya dapet juga 3 buku tentang komputer (pemrograman dan internet). Saya keasyikan di Gramedia, ga mungkin langsung pulang ke Subang, takut ga ada elf yg ke Subang…akhirnya diputuskan nginep di rumah temen kuliah di daerah sekitar DU. Paginya jalan-jalan di Gasibu… Hm…saya dapet sesuatu buat jagoan kecilku, cucuku tersayang Buat oleh-oleh kalo pulang nanti. Setelah itu…meluncurlah untuk kembali ke Asyifa.


readmore »»
Senin, 08 Juni 2009

Bercermin di Telaga Teguran

Pernahkah kita di tegur? Apakah sama dengan Kritikan? Apa perasaan kita bila mendapat teguran? Jika kondisi hati kita tidak siap, mungkin kita merasa sebel, gondok, marah, sakit hati…de el el…bermacam-macam perasaan bila kita ditegur (pengalaman pribadi….?).
Judul tersebut, saya ambil dari artikel di situs dakwatuna.com. Intinya bagaimana sikap kita bila mendapat teguran, yg diantaranya :
- Anggaplah teguran sebagai hadiah Rabbaniyah
- Anggaplah teguran sebagai ungkapan sayang
- Anggaplah teguran sebagai guru lapangan
- Anggaplah teguran sebagai cermin memperindah diri

Subhanallah….sungguh indah ternyata hikmah dibalik teguran tersebut kalau kita menyadarinya. Pernah saya ditegur, saya merasa sakit hati,
marah pada orang yg menegur, sebel (seneng betul?). setelah beberapa waktu…ternyata perasaan itu berubah, yang ada hanya terima kasih karena telah menegur. Artinya, teguran tersebut membawa pada kebaikan pada saya.

Beberapa orang mungkin menegur secara tidak langsung, bisa berupa sindiran atau dengan kata-kata yg telah dimodifikasi dan kita merasa itu bukan teguran. Memerlukan beberapa waktu untuk memahami bahwa itu adalah teguran (Pengalaman pribadi juga ya?). Ternyata, walaupun teguran tersebut secara tidak langsung, hati kita pun mungkin tersimpan sakit hati juga (kita…? Saya kalee…). Saya hanya bisa berterima kasih kepada siapapun yg menegur (walaupun belakangan ya…), asalkan menegur dengan cara-cara yg ahsan. Bukankah Rasulullah juga menegur dengan cara yg ahsan??
Betapa diri ini hina, bodoh (jangan keterusan ya…)…. Tiada kesalahan pun yg luput dari kita. Alangkah beruntunglah…bila teman, sahabat disamping kita adalah orang yg senantiasa menasehati, menegur ketika kita berbuat salah, khilaf ataupun dosa.
Kepada teman-teman…dimanapun kalian berada,,, tuntunlah temanmu ini pada kebaikan, jangan biarkan mengluangi kesalahan yang sama.

readmore »»
Rabu, 03 Juni 2009

Muncul Lagi Yuk......

Sekiaaaaan lama.... saya ga nge-post nih....hampir 2 bulan(lebih deng...). Kali ini muncul dengan tampilan baru, semangat pun harus baru, template yang baru (bagus ga ya....??), yang penting nyaman aza.

2 bulan terakhir memang bulan yang cukup padet,,,segudang aktivitas (serasa berlebihan..~_^), pagi, siang, sore....kadang nyambung juga malam hari. Hari mingggu yang seharusnya buat libur...terkadang ada agenda lain juga menunggu. Kegiatan disekolah yaaaaaaaaaaaaaang seabreg....plus kegiatan diluar sekolah (hm...apa ya??).

Memang semua orang yang bekerja dilingkungan Sekolah pasti merasakan Padatnya aktivitas 2 bulan terakhir. Plus bulan ini, tepatnya minggu depan ada agenda UAS Genap, perpisahan+wisuda kelas 9 dan dilanjut bulan depannya Raker. Badan capek, pikiran capek,, Alhamdulillah.....Allah SWT memberi kesehatan,,,,yang patut Saya syukuri tiada henti.
Walaupun agenda padat, tentunya badan da pikiran pun harus di tunaikan hak-haknya. Hm....sebagai penawarnya...tepatnya minggu kemaren diadakan Teacher Gathering di Parongpong. Lumayan,,,mengobati kepenatan, plus pikiran juga yang mumet. Foto-fotonya ada dibawah :

Pemandangan yang indah (Di Parongpong),,, dekat Villa A Agym


Ini Masjidnya,,, namanya Masjid Al-Karim



Guru dan Karyawan sedang mencari inspirasi

readmore »»
Jumat, 27 Maret 2009

Saatnya Memilih ??? Atau Golput???

Terlepas dari semua kontroversi, pro kontra terkait fatwa MUI mengenai golput haram,,, saya sebagai warga negara Indonesia yang baik akan menyalurkan aspirasi dan suara saya tanggal 9 April '09 nanti. Tanpa ada fatwa tersebut pun saya akan memilih. Insya Allah....

Tentunya saya pun sudah memiliki pilihan dihati (kasih tau ga ya....???) Bagi saya, terkait milih, ga milih itu adalah hak pribadi masing-masing. Kalo anda milih silakan, ga milih pun silakan. Artinya ga ada pemaksaan kan ! Tul ga??? Semuanya harus dipertanggungjawabkan. Bagi yang golput, ada landasannya mengapa golput? bagi yang milih pun ada landasannya mengapa milih?
Khusus bagi yang milih nih...(yang ikut pemilu), ada beberapa tips, diantaranya :

  1. Kenali calonnya (Pilih yang akhlak baik), tidak haus kekuasaan, yang Penuh Kasih Sayang, bersih pribadi, Peduli Kepada Sesama (masyarakat) dan tentunya profesional dalam bekerja.
  2. Pilih partai yang kadernya tidak pernah terlibat kasus. Kalaupun di media ada kasus, tapi tidak ada yang terbukti !! 100% fitnah belaka.
  3. Visi misinya jelas
  4. Komitmen dengan Nilai-nilai Islam
  5. Kalau yang masih bimbang menetukan pilihan, minta petunjuk kepada Allah agar pilihan kita adalah yang benar-benar pemimpin yang amanah. Insya Allah....
Itulah beberapa tips dari saya, kalau dirasa menuju pada salah satu partai tertentu...(gpp kan, emang niat!!!).
Harapan itu Masih Ada, menuju Indonesia yang Adil dan Sejahtera...

readmore »»